Kegelisahan Pembelajaran Daring, Kader NU Luncurkan Insiatif Bimbel Gratis

Kab. Cirebon. Pembelajaran di masa pandemi ini pembelajaran di sekolah dari tingkat SD sampai perkuliahan menggunakan metode daring (dalam jaringan) pimpinan ranting ikatan pelajar Nahdlatul ulama (IPNU) dan ikatan pelajar putri Nahdlatul ulama (IPPNU) desa bendungan mengadakan Bimbel (Bimbingan Belajar) di desa Bendungan kec. Pangenan kab.cirebon. (8/10).

Bimbel ini berawal dari kegelisahan kader NU sekaligus pengurus Remaja masjid Al-Wasilah, Saepudin, mengungkapkan kegelisahanya kepada pengurus DKm (dewan kemakmuran masjid) Bimbel ini di peruntukan untuk anak usia 6-8 tahun yang mana mereka harus mendapatkan pendampingan belajar lebih luwes lagi.

Mohamad Zaki, selaku pengurus DKM Al-wasilah “Berawal dari kegelisahan saat pembelajaran Daring anak-anak belajarnya tidak karuan menjadi malas maka atas usul Saepudin saat diskusi kami meluncurkan program bimbel dan program lingkungan, kami dukung dan fasilitasi kebutuhan bimbel, kemudian untuk tutor bimbel cari temanmu yang masih kuliah untuk menjadi pengajar” ujarnya

Setelah itu, Saepudin mengajak teman-temanya yang kuliah untuk bergabung menjadi tutor pengajar. Mereka melalui pelatihan dulu TOT (training of trainer) selama 12 hari guna meningkatkan kemampuan mengajar mereka.

Saepudin, Bimbel ini gratis, namun setiap peserta bimbel membawa Aqua gelas atau botol kosong sebanyak-banyaknya minuman yang mereka konsumsi sehari-hari, guna meningkatkan peduli lingkungan.
Bimbel ini di adakan setiap hari Minggu dan hari Jum’at, sengaja mengambil 2 hari itu, hari libur anak-anak kalau di sekolah dan antisipasi kondisi normal setelah pandemi.
Untuk tutor bimbel mendapatkan uang Snack di setiap pertemuanya.
“Saya mengajak teman-teman untuk ikut bergabung menjadi tutor bimbel, dengan bimbingan dan dukungan dari pembina dan DKM masjid, saya siap menjadi penggerak bimbel, dengan menggunakan metode role playing (bermain dan belajar) anak-anak menjadi senang untuk mengikuti bimbel, Bimbel ini terdiri dari 5 titik atau per blok, titik pertama di blok manis di rumahnya Saepudin, titik kedua di blok pahing di rumahnya pak Zaki, titik tiga di rumahnya pak Hasan, titik empat di rumahnya pak Asikin, titik lima di rumahnya pak Arsad.
Namun kendalanya bermacam-macam, setelah 2x pertemuan temanya tidak berangkat, dia ikut tidak berangkat, Namun solusinya kita selalu sosialisasi tentang kegiatan bimbel ini.” Ungkapnya
Harapan kami, semoga bimbel ini lebih maju lagi, lebih profesional lagi, meskipun pandemi usai, program ini tetap berlanjut, ungkapnya.

Writer : Siti Fadhilah

Share on :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *