IPNU-IPPNU Kecamatan Beber Gelar Makesta Perdana

Pelajar NU Cirebon,

Dalam pembentukan struktur pengurus Nahdlatul Ulama (NU) beserta Badan Otonom (Banom) nya, Kecamatan Beber termasuk salah satu wilayah yang tertinggal. Meskipun secara kurtural mayoritas masyarakat Kecamatan Beber adalah Nahdliyyin.

Hal tersebut diakui Sayhril selaku kader IPNU Kecamatan Beber kepada Media Pelajar NU Cirebon,  Rabu (30/12/2020). “Terutama IPNU-IPPNU. Kesadaran pelajar NU untuk beranjak dari kultural ke struktural masih rendah”, katanya.

Untuk itu, Syahril bersama kader IPNU Kecamatan Beber lainnya bergerak cepat. Ia pun pada Maret 2020 lalu menginisiasi pembentukan PAC IPNU Beber,  Syahril mengatakan, pembentukan PAC IPNU Beber berbarengan dengan PAC IPPNU  Beber.

Sayangnya, pasca dibentuk semangat kepengurusan PAC IPNU-IPPNU Beber sempat menurun. Hal itu dikarenakan situasi dalam keadaaan pandemi Covid-19. Sehingga pemerintah desa di Kecamatan Beber melarang PAC IPNU-IPPNU Beber untuk melaksanakan kegiatan secara tatap muka. Terutama yang mengundang kerumunan orang.

Barulah pada akhir tahun 2020, pemerintah desa Kecamatan Beber memberikan izin tentang pelaksanaan kegiatan yang mengundang kerumunan orang. Syaratnya harus mematuhi protokol lesehatan. Hal tersebut tentu menjadi peluang besar bagi PAC IPNU-IPPNU Beber. Para pegurus pun langsung  tancap gas.

Pada Rabu (30/12/2020), PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Beber  menggelar Masa Kesetiaan (Makesta). Kegiatan diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari 10 calon anggota IPNU dam 20 calon anggota IPPNU. sebagian besar dari mereka merupakan pengurus Ikatan Reamaja Masjid (Irmas) di desanya masing-masing.

Puluhan Pelajar NU Beber Ikuti Makesta, Rabu (30/12/2020)
Puluhan Pelajar NU Beber Ikuti Makesta, Rabu (30/12/2020)

Syahril menerangkan, Makesta merupakan gerbang awal bagi pelajar untuk memahami ideologi Ahlussunah Wal Jama’ah Annahdliyah (Aswaja Annahdliyah). Untuk itu, kedepannya para peserta diharapkan bisa bergerak bersama mengamalkan nilai-nilai Aswaja Annahdliyah yang telah dipraktikkan oleh para ulama NU.

“IPNU-IPPNU bagaikan Mudhof Ilaihi yang akan menggantikan Mudhofnya. Artinya, apabila salah satu ulama telah wafat,  IPNU-IPPNU harus siap menggantinya,” pungkasnya.

Syahril mengungkapkan, sekarang PAC IPNU-IPPNU Beber mempunyai program Literasi Aswaja. Program tersebut untuk mewadahi para pelajar NU yang ingin mendalami pengetahuan Aswaja An-Nahdliyyah dan pengetahuan umum yang lainnya.

“Literasi Aswaja sudah berjalan tiga kali. Kedepan, kegiatan ini akan lebih dirutinkan setiap seminggu sekali. Program tersebut akan kita kemas dalam agenda malam minggu bersama buku,” pungkasnya.

(Mu’izz)

 

 

 

 

 

Share on :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *