Membangun Karakter Pelajar Kabupaten Cirebon yang Humanis

Oleh Wahyono An-Najih *)

 

Sepintas tentang IPNU

Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) sebagai representasi organisasi pelajar mempunyai tanggung jawab besar memerankan diri menjadi ruang aktualisasi dan tempat dinamika proses menuju terciptanya generasi paripurna. Hal ini tak semudah membalik telapak tangan. Terlampau banyak halang rintang yang musti dihadapi dan diselesaikan, baik problem internal organisatoris maupun permasalahan keterpelajaran secara umum.

Sebagai organisasai kader NU, IPNU tentu berada di garda terdepan proses kaderisasi. Namun tak ayal, separuh abad lebih eksistensi IPNU di tengah dinamika organisasi kepelajaran dan kepemudaan disatu sisi dan berada di lingkup Jam’iyah NU disisi lainnya, ia tengah mengalami dilema.

Pertama, tak tercukupinya diaspora pluralitas potensi kader dalam wadah organisasi. Musti diakui bahwa sesungguhnya pelajar NU mempunyai kekayaan potensi berlimpah. Namun karena kelemahan manajemen kaderisasi maka tak sedikit dari mereka yang belum terwadahi di dalam struktural organisasi. Pada saat bersamaan, kerap terjadi kesenjangan antara IPNU dengan organisasi induknya: NU.

Kedua, minimnya kreasi dan format gerakan. IPNU masih kerap terstigma sebagai organisasi pelajar ”sarungan” yang kurang begitu laku dihadapan para pelajar NU yang notabene berada disekolah favorit. Disini, strategi dinamisasi program dan agenda kontekstual dengan kepeminatan pelajar dan remaja harus kian diperkaya agar menyentuh keseluruhan kader, tidak melulu pelajar di madrasah, melainkan juga di sekolah-sekolah umum.

Ketiga, yang tak kalah pentingnya, IPNU dihadapkan pada simalakama antara idealisme IPNU dengan realitas politik yang melingkupinya. Dalam perjalanannya, idealitas peningkatan sumber daya kader Nahdliyin sebagai ruh pendirian IPNU hampir selalu berada dalam satu tarikan nafas politik yang melingkupinya. Tarik-menarik antara idealitas IPNU sebagai organisasi kekaderan NU, dalam maknanya yang luas, dengan kecenderungan berpolitik praktis elit-elit IPNU di tingkat local, regional, maupun nasional terus berlangsung sejak awal berdirinya hingga saat ini. Bahkan, pasca 1998, setelah PBNU menfasilitasi pendirian PKB, diakui atau tidak, konsentrasi kader IPNU juga banyak tersedot ke ranah politik praktis.  Pada helat pemilu mendatang misalnya, tak sedikit kader IPNU yang secara “agak genit” mendaftarkan diri sebagai calon legislative (caleg).

 

Sekilas Humanisme

The humanistic  dalam bahasa Indonesia di terjemahkan dalam “pengetahuan budaya”, yakni kepandaian dan keterampilan dalam bidang seni (sastra,music,tari) dan filsafat (logika dan bahasa). Dunia pendidikan di Amerika memiliki jurusan the humanistic. Ini merupakan bagian daari upaya perwujudan cita – cita humanistic pendidikan.

Dengan the humanistic, manusia mudah dididik untuk lebih manusiawi, menjadi lebih halus lantaran menjunjung tinggi nilai – nilai kemanusiaan. Di balik ini semua ada kekhawatiran akan merosotnya dunia pendidikan menjadi “bengkel” yang hanya menghasilkan “robot – robot” intelektual yang tampil bekerja dalam dunia industry modern, tetapi kehilangan hati nurani manusia sejati. Padahal pendidikan merupakan upaya perwujudan manusia seutuhnya, yakni manusia yang memiliki keseimbangan antar segi intelektual dan segi watak kepribadian. Dengan kata lain, pendidikan lebih merupakan proses pembudayaan dari pada proses pengalihan ilmu pengetahuan serta keterampilan – keterampilan teknis belaka.

Ajaran Humanisme sesungguhnya indah, jika agama mengajarkan kepada para penganutnya untuk menghormati orang lain, hidup berdampingan dengan harmonis, semua itu adalah sejalan dengan spirit Humanisme.

Dalam pandangan Islam, humanisme harus dipahami sebagai suatu konsep dasar kemanusian yang tidak berdiri dalam posisi bebas. Ini mengandung Pengertian bahwa makna atau penjabaran arti “memanusiakan manusia” itu harus selalu terkait secara teologis. Dalam konteks inilah Al Quran memandang manusia sebagai wakil atau kholifah di muka bumi. untuk memfungsikan kekholifahannya, Tuhan telah melengkapi manusia fakultas intelektual dan spiritual. Manusia memiliki kapasitas kemampuan dan pengetahuan untuk memilih. Hal yang senada juga di lontarkan KH Husein Muhamad bahwa dalam menyikapi kebebesan memilih, bahwa Tuhan membekali manusia dengan pikiran dan nurani, maka ajaklah orang lain dengan pikiran dan nuraninya. Karena itu kebebasan merupakan pemberian Tuhan yang paling penting dalam upaya mewujudkan kekholifahannya.

Jadi agama mengajarkan bahwa masing-masing jiwa manusia mempunyai harkat dan martabat yang senilai dengan manusia sejagad. Masing-masing Pribadi Manusia mempunyai nilai kemanusiaan yang universal.

Membangun Karakter Pelajar Kabupaten Cirebon yang Humanis

IPNU sebagai organisasi pelajar harus mampu membangun karakter pelajar se-kabupaten Cirebon yang Humanis. IPNU Kab. Cirebon  harus mampu menerapkan program kerja yang salah satunya merujuk pada pendidikan Humanis, artinya IPNU Kab. Cirebon harus sering mengadakan diskusi, Seminar dan Dialog-dialog yang membawa karakter pelajar Humanis. Ini menjadi penting demi perwujudan pelajar sekolah umum atau madrasah yang mampu menghargai manusia yang satu dengan yang lainnya tanpa memandang perbedaan.

Perbedaan adalah Hikmah dan itu adalah keniscayaan Tuhan, pelajar se-Kabupaten Cirebon harus mempunyai karakter Humanis. Ini merupakan tugas berat IPNU Kab. Cirebon untuk mampu mengarahkan pelajar kearah tersebut.

Tentunya, organisasi apapun termasuk IPNU dalam melaksanakan program kerja yang dalam hal ini adalah membangun karakter pelajar Kab. Cirebon yang Humanis akan mendapatkan rintangan dan hambatan, perlu upaya semangat pengurus internal, dimana harus selalu kordinasi antara yang satu dengan yang lainnya. Usaha keras pun harus dilakukan demi perwujudan pelajar yang humanis.

Dengan menerapkan program ini, IPNU Kabupaten Cirebon telah melaksanakan tugasnya dengan baik yaitu membina dan membangun pelajar yang menghargai perbedaan dan mampu menghormati serta menghargai antar sesama manusia.

 

*) Adalah Ketua PC. IPNU Kabupaten Cirebon Masa Khidmah 2012 – 2014

 

http://https://pelajar.nucirebon.or.id/sample-page/

 

Share on :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *